6 Fakta Unik di Balik Air Hujan


hujan.jpg

6 fakta unik terkait dengan air hujan.

1. Air hujan ternyata tidak hanya di bumi, planet lain pun mengalaminya

Ya, ada sebagian planet di luar bumi yang mengalami hujan juga, Namun kandungan hujan tiap planet tentunya berbeda-beda. Alhamdulillah hujan

di bumi yang mengandung unsur air (H2O) sangat bermanfaat sekali untuk keberlangsungan hidup seluruh mahluk hidup yang mendiami bumi.  Hujan di Planet Venus yang merupakan satu galaksi dengan bumi kandungan hujannya mengandung Asam Sulfat lho! bisa kebayang ya, gimana kalau kena air hujan dari Venus bisa bolong-bolong muka kita pantas saja permukaan Venus yang berlubang akibat guyuran Asam Sulfat. Adalagi hujan di Saturnus, planet yang ada cincinnya, dijuluki “planet yang ditinggal tunagannya, karena sampai saat ini belum ada planet yang pake cincin”. Ternyata, di sana hujan mengandung metana/yang merupakan bahan peledak terbaik di dunia”kentut”, bisa dibayangkan gimana kalo hidup di sana, pasti tiap hujan menghasilkan bau seperti gas kentut, feces, pisang goreng yang suka jalan-jalan di sungai, pantas saja dijuluki planet “ditinggal tunagan” , ternyata setelah hujan turun baunya yang awalnya wangi jadi bau kentut .Ternyata hujan tidak hanya terjadi di Bumi. Hujan juga terjadi pada planet lain di sistem tata surya. Namun, kandungan yang dibawa oleh masing-masing planet berbeda satu sama lainnya.

2. Air Hujan Rata-Rata Berukuran 0,1-10mm

Pernahkan anda mengamati air hujan di sekeliling anda? bagaimana bentuknya? ternyata bentuk air hujan itu ada 2 yaitu bentuk bulat dan bentuk parasut. Bentuk bulat merupakan tetesan air hujan paling kecil sementara tetesan berbentuk parasut merupakan tetesan hujan yang paling besar karena bentuknya yang parasut membuat panjang suatu air akan memanjang. Di Brazil dan Kepulauan Marshal mencatat tetesan air hujan terbesar yang pernah ada di bumi, tetesan air hujan yang berbentuk parasut itu sekitar 10 mm.

3. Kecepatan Air Hujan Maksimal 35 km/jam

Hujan di bumi, mempunyai kecepatan maximal hanya 22 mil per jam atau sekitar 35 km/jam. Lo, berarti hujan lamabat dong? Inilah Kekuasaan Alloh swt, ternyata menurut teori fisika dengan mengabaikan gaya gesek hujan diatas ketinggian 1200 m sebenarnya mempunyai kecepatan sekitar 552,96 km/jam atau 2 kali lipat kecepatan
mobil F1. Jika memang tidak terjadi gesekan bumi ini akan hancur bagaikan serangan jarum yang sangat tajam. Ternyata Alloh swt merupakan Sang Pencipta yang ulung. Alloh swt menciptakan hujan sesuai kadarnya,cukup untuk kehidupan di bumi dan tidak menimbulkan kerusakan. Maka marilah kita bersyukur.
Allah berfirman dalam surat Al-Zukhruf ayat 11 : ” Dan yang menurunkan air langit (hujan) menurut kadarnya (yang diperlukan)lalu Kami hidupkan dengan air itu negeri yang mati, seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari dalam kubur).”
Jadi, kecepatan hujan hanya 3x kecepatan becak dan 1x kecepatan maling kalau mau ketangkep hehe…

4. Air Hujan Tidak Berbau

Apakah anda pernah berpikiran bahwa bau air hujan itu sedap? bau air hujan itu kayak gimana gitu. Mulai saat ini anda harus behenti berpikiran seperti itu. Sebenarnya air hujan itu air yang tidak mempunyai aroma. Namun semuanya berubah setelah mereka berinteraksi dengan tanah.
Pada tahun 2015, Universitas terkemuka di Amerika Serikat MIT melakukan penelitian tentang bau air hujan, dan hasilnya adalah air hujan yang jatuh di permukaan berpori akan membentuk suatu gelembung udara kecil, gelembung udara itu jatuh dan pecah di permukaan gelembung air kemudiaan mengeluarkan partikel mikroskopis berupa cyanobacteria yang disebut aerosol. Mereka juga mengungkapkan bahwa semakin kecil intensitas air hujan, maka bau yang ditimbulkan akan semakin banyak. Hal ini berbeda jauh ya dengan hujan di planet saturnus yang bau kentut..

5. Rintik Air Hujan Merupakan Terapi

Kita tentunya sadar atau tidak sadar, sangat nyaman dengan suara gemerincik air hujan, bisa membuat kita tenang dan rileks, bener ga?  Rintik-rintik hujan ternyata dapat membentuk nada-nada indah lho. Suara rintik hujan itu dinamakan pitter. Pitter merupakan suatu suara derai hujan di permukaan bumi yang timbul akibat udara bimbang dibawah tetesan air hujan itu. Dan pitter ini dapat digunaklan sebagai terapi, suara rintik hujan dapat membuat kita tenang, menyatu dengan alam sehingga biasanya kita juga pengen tidur ketika mendengar suara itu… asal enggak mendengar suara tetesan hujan yang tembus ke rumah kita aja (bocor),kalau yang itu bukan buat tenang tapi malah nambah masalah…bener ga??

6. Negara Bostwana Mata Uangnya “PULA” Artinya Hujan

Dalam bahasa sestwana (bahasanya bostwana) “PULA” adalah hujan. Kok aneh ya,setelah ditelusuri ternyata itu merupakan doa supaya mereka selalu diberi kecukupan air dengan berkah memberi nama mata uangnya dengan arti hujan. Bostwana memang sangat jarang sekali turun hujan. Lokasi yang dekat dengan padang kalahari membuat iklimnya sangat tidak mendukung untuk terjadinya hujan. Maka, sebagai bangsa Indonesia marilah kita bersyukur, kalau banjir ya kita juga harus sabar ya..

Jadi itulah sebagian fakta unik hujan, tentunya kalau digali lebih dalam masih banyak fakta-fakta unik lainnya terkait hujan…

masing air hujan di planet berbeda. Ada yang mengandung metana, neon dan asam sulfat yang sangat korosif bahkan besi juga ada. Hujan di Venus mengandung Asam Sulfat, bisa kebayang ya, gimana kalau kena air hujan dari Venus bisa bolong-bolong muka anda :v, pantas saja permukaan Venus yang berlubang akibat guyuran Asam Sulfat. Lalu, hujan di Saturnus, planet yang ada cincinnya, dijuluki “planet yang ditinggal tunagannya, karena sampai saat ini belum ada planet yang pake cincin”. Ternyata, di sana hujan mengandung metana/yang merupakan bahan peledak terbaik di dunia”kentut”, bisa dibayangkan gimana kalo hidup di sana, pasti tiap hujan menghasilkan bau seperti gas kentut, feces, pisang goreng yang suka jalan-jalan di sungai, pantas saja dijuluki planet “ditinggal tunagan” , ternyata setelah hujan turun baunya yang awalnya wangi jadi bau kentut .Ternyata hujan tidak hanya terjadi di Bumi. Hujan juga terjadi pada planet lain di sistem tata surya. Namun, kandungan yang dibawa oleh masing