Menjadi Seorang Expert


expert adalah orang yang ahli dibidangnya, mumpuni, jago, mahir di bidang yang ditekuni.

Expert kelas dunia contohnya :

  1. Bill Gates
  2. JK Rowling
  3. Michael Jordan
  4. Jack Welch
  5. Charles Branson
  6. L. Messi
  7. BJ Habiibie

Langkah pertama, Pilih Profesi yang siap Anda tekuni hingga Anda menjadi yang terbaik di sana.

Pastikan bahwa profesi yg menjadi pilihan Anda adalah profesi yang terbaik. Profesi yang dilandasi oleh passion dan talent Anda

Jangan sekedar ikut teman, ikut trend, ikut yang paling banyak duitnya. Anda harus pastikan Anda enjoy

Anda harus yakin bahwa peluangnya amat kecil Anda beralih ke profesi lain. Anda harus focus pada pilihan, tidak boleh plin plan

Sebuah penelitian yg dilakukan oleh Barry Schwartz yg ia tuliskan dalam bukunya yang berjudul The Paradox of Choice menunjukkan

Ketika ada lebih banyak pilihan logika sederhananya tentu kita atau Anda akan lebih terpuaskan. Tetapi nyatanya tidak demikian

Yang terjadi adalah why more is less. Ternyata ketika ada lebih banyak pilihan itu tidak sama dengan peningkatan munculnya rasa nyaman

Aman dan terpuaskan, melainkan justru menurunkannya. Dan yang muncul justru peningkatan rasa cemas bingung terancam

Bahkan pada titik tertentu bisa menimbulkan depresi dan stress berkepanjangan

Fokuskan pada satu pilihan profesi yg memang Anda yakin akan menjadi salah satu yg terbaik di profesi itu

Lalu setelah memilih profesi, langkah kedua asahlah profesi Anda

Mengapa harus diasah? Ya, hanya dengan mengasah dan menjadi yang terbaik di profesi pilihan Anda

Anda akan bisa merasa puas dan bahagia dengan profesi Anda. Bagaimana mengasahnya?

Pada tahun 1993, tiga orang pakar melakukan penelitian di Berlin Academy of Music

Mereka berusaha menemukan jawaban, bagaimana seseorang bisa menjadi pakar dalam bidangnya atau menjadi seorang expert.

Dibantu seorang profesor, mereka mengelompokkan mahasiswa tingkat akhir ke dalam tiga kategori : 1) calon guru musik 2) calon pemusik profesional 3) calon maestro musik dunia

Pertanyaan mereka adalah: Semua mahasiswa yang diterima dan belajar di akademi tersebut, pastilah orang-orang berbakat

Lalu kenapa akhirnya β€˜nasib’ mereka berbeda? Ada yang sekadar menjadi musisi biasa, dan ada yang bisa menjadi expert

Untuk memperkuat hasilnya, mereka ulang penelitiannya dengan model pengkategorian yang sama

Namun menggunakan sample profesi yang beragam, mulai dari musisi, pemain catur, sampai dengan olahragawan Akhirnya, mereka berhasil membuat kesimpulan luar biasa

Ternyata yang membedakan ketiga kategori itu adalah berapa lama waktu yang telah mereka alokasikan untuk berlatih

Yang berhasil menjadi expert telah mengalokasikan waktu untuk berlatih selama 10,000 jam

Artinya, tidak ada jalan pintas untuk menjadi seorang expert. Ada proses yang harus Anda lewati selama 10.000 jam

Kesimpulan itu, kini dikenal sebagai 10.000 hours rule peraturan 10.000 jam

Yaitu dengan terus-menerus melakukan latihan yang direncanakan, dengan hasil yang terus meningkat

Dengan kata lain melakukan deliberate practice di satu profesi yang telah Anda pilih untuk jalani

Deliberate practice adalah latihan yang direncankan dan hasilnya terus meningkat. Tidak dianggap latihan bila hanya rutinitas

Peningkatannya harus terus menerus, Anda memerlukan mentor/guru yang bisa memberikan respon terhadap apa yang Anda lakukan

 

Sumber : @jamilazzaini